Sabtu, 29 Desember 2007

Tentang Calon Presiden

Belakangan ini sering terjadi diskusi kecil2an tentang siapa yang layak jadi Presiden Indonesia. Banyak nama yang muncul baik di TV atau media2 lain atau juga sebagai hasil diskusi yang tiba2 memunculkan nama2 yang spektakuler, yang tak pernah terpikir sedikit pun, namun jika dinalar lebih jauh, mungkin juga nama itu yang nantinya akan memajukan bangsa ini.
Gue sendiri belum ngejagoin siapa-siapa (saat ini lho... entah nanti.. hehehe...), karena nama2 yang muncul sekarang menurut gue gak "mutu" alias gak akan ngebawa perbaikan yang signifikan buat negeri ini..
Menurut gue semua yang muncul sekarang (nama2 yang disebut2 orang bakal jadi calon) cuma ngedepanin "popularitas" ama "dukungan" yang semu. Mereka gak ada yang ngedepanin "kualitas pribadi" yang menurut gue menjadi syarat utama seorang pemimpin.
Yang gue maksud kualitas pribadi disini bukan "rumah pribadi", "mobil pribadi", "pulau pribadi", "bodigard pribadi", "pendukung pribadi", bukan juga "selir pribadi". Yang gue maksud, adalah kemampuan memimpin yang ditandai dengan track record yang membuktikan kemampuan itu. Kalo seseorang gak punya itu, gak usah pengen jadi Presiden.
Selain itu ada juga kualitas pribadi yang gue anggap penting untuk jadi pemimpin. Yaitu dia musti konsisten, berkharisma, dihormati bukan ditakuti, berani bukan temperamen, dan yang menurut gue juga penting adalah kemampuan menyatukan, secara bangsa kita "bhineka tunggal ika" gitu loch...
Bangsa kita butuh pemimpin yang seperti itu. Bukan pemimpin yang kalah ama kepentingan partai atau koalisi atau oposannya. Bangsa kita butuh pemimpin yang gak mentingin popularitas atau dukungan selama putusannya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Yang gak takut digeser kareka putusannya dianggap gak mewakili kepentingan partainya atau koalisinya atau oposannya.
Menurut gue sekarang ini belum nongol tokoh nasional yang berkemampuan seperti itu.
Gue bukan mau ngajak "abstain" atau gak milih siapa2 saat pemilu nanti. Gue cuma mau ada ukuran2 baru yang dilihat selain dari "popularitas" dan dukungan semu dari "partai" dan "rakyat".
Kalo dia pemimpin yang baik, otomatis dia udah dan akan populer serta didukung tanpa perlu beriklan yang gak jelas.. Kita hidup di Indonesia, gak perlu niru2 model dari bangsa lain yang notabene gak "bhineka tunggal ika" dan "Pancasila". Kalo ngerasa punya kualitas pribadi yang bagus, tanpa perlu beriklan juga langsung populer. Begitu nama disebut untuk jadi calon, otomatis dukungan masuk. Itu baru calon.
Ini cuma sekedar pendapat. Kalau gak jelas atau gak tuntas ya, mohon maaf.. Juga kalo ada yang baca trus ngerasa tersinggung, mohon maaf yang sebesar2nya. Gue gak ada maksud kesitu.
O ya, satu lagi.. Dari beberapa kali tukar pendapat di beberapa kesempatan mendiskusikan masalah presiden, selain nama2 yang populer sekarang selalu ada satu nama yang muncul di akhir diskusi. Yaitu KWIK KIAN GIE.. Kenapa? wah gue juga gak tau tapi lebih dari separuh yang ikutan diskusi setuju. Gue, masih pikir2... hihihi... Salam Damai...

Tidak ada komentar: